Posted by: lembayungfajar | December 14, 2008

MISTIS (Mengenal Islam Lewat Sains)

Di awal-awal masanya da’wah masuk kampus, tempat yang paling tumbuh subur adalah kampus-kampus sains karena orang-orang yang berada di dalamnya adalah orang-orang yang langsung bersentuhan langsung dengan ciptaan-ciptaan Allah SWT. kejadian-kejadian alam yang memang telah Allah tetapkan padanya.

Maka kemudian orang-orang sains itu tidak bisa lagi mengelak akan kebesaran Tuhannya, Allah sang Maha Penguasa alam semesta.

Dengan tujuan untuk kembali membangkitkan semangat “muslim scientist” FMIPA UI, kami dari Syiar.Net (Forum komunikasi Rohis FMIPA UI) akan mengadakan sebuah acara bertajuk MISTIS (Mengenal Islam Lewat Sains) dengan mengambil tema Ketika Rahasia Alam Semesta Terungkap.

Acara direncanakan seharian dengan dibagi menjadi 2 sesi;
Sesi 1: mengambil judul “Menyingkap Sejarah Sains Islam” Menghadirkan pemimpin redaksi sabili, Herry Nurdi dan Drs. Musholli, Direktur PPSDMS, kemudian,
Sesi 2: “Bedah Buku; Ayat-Ayat Semesta” langsung menghadirkan penulis bukunya dari surabaya, Bpk. Agus Purwanto, D.Sc dan akan dibahas oleh dosen Fisika UI Dr. Terri Mart.

Acaranya insya Allah akan dilangsungkan di Gedung B.101 FMIPA UI pada hari Senin, 22 Desember 2008. Mulai dari jam 08.00 sampai jam 16.00 WIB.

Bagi teman-teman yang berminat dan mempunyai keluangan waktu bisa ikut hadir di acara tersebut. Insya Allah bermanfaat. Terima kasih, Jazakumullah…

Posted by: lembayungfajar | December 13, 2008

Manusia untuk Sebuah Cita-Cita

Manusia diciptakan oleh Allah Swt. dengan bentuk yang terbaik, dibekali dengan potensi yang sempurna. Allah Swt. memberikan pendengaran, penglihatan, dan hati, serta menunjukan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan). Allah SWT. telah memberikan kepada manusia kelebihan atas kebanyakan makhluk ciptaan-Nya. Mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan, menawarkan suatu amanah, dan manusia merasa sanggup untuk memikulnya padahal sang gunung yang kokoh pun dibuatnya lebur oleh beban yang sangat berat itu. Allah Swt. telah menjadikan apa yang ada di langit dan bumi tunduk kepada manusia dan memuliakannya dengan kemuliaan yang sangat besar.

Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur” (QS. Al Jaatsiyah[45]: 12)

Dan setelah kehidupan yang pendek ini, manusia akan kekal selama-lamanya. Manusia akan dihidupkan kembali setelah matinya. Jika manusia mengetahui rahasia tugasnya dalam kehidupan ini, maka ia akan menjadi manusia yang beruntung.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz Dzariyat[51]: 56)

Read More…

Posted by: lembayungfajar | December 7, 2008

QURBAN; Tanda Cinta Untuk Allah

Cukuplah apa yang terjadi pada Ibrahim dan putranya menjadi contoh bagi kita untuk mencintai Allah di atas segalanya. Ketika cinta Allah kepada kita terasa sedang pada puncaknya, bukan berarti Allah tidak meminta rasa cinta kita kepada-Nya. Ketika Allah sedang menunjukan rasa cintanya kepada Ibrahim dengan mengaruniakan Ismail sebagai putra yang ditunggu-tunggu, ketika sedang dalam kondisi cinta-cintanya dengan anaknya, tetapi Allah meminta sesuatu yang mungkin tidak masuk diakal kita. Hanya untuk menguji seberapa besar rasa cinta Ibrahim kepada Tuhannya.

Maka tatkala sampai (pada usia sanggup atau cukup) berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pemdapatmu ” Ia menjawab: “hai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. Ash Shaffaat[37]: 102)

Allah mengisyaratkan lewat mimpinya berkali-kali agar menyembelih anak yang sangat disayanginya, Ismail. Sebuah perintah yang sangat berat, ditengah-tengah keadaan bahwa Ibrahim sangat membutuhkan keturunan. Akan tetapi, inilah bukti keimanan dan ketaqwaan Ibrahim kepada tuhannya bahwa ia menyerahkan dirinya seutuhnya kepada penciptanya. Tanpa banyak bicara dan diskusi untuk menaati perintah tersebut. Hal tersebut juga ditunjang dengan kecintaan Ismail kepada Sang Pencipta Allam semesta bahwa sesungguhnya jiwanya berada dalam genggamannya, maka ketika Ayahnya mengutarakan maksud isyarat mimpinya dengan ringan Ismail menjawab, “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Read More…

Categories